Latest / Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

2-6-2026 - Teguran Sang Penolong (PST GKJ Bahasa Indonesia)
Nats Alkitab : Yohanes 16:7-8
Penulis : G.I. Yafet Tri Karnomo
Pada tahun 1929, C.S. Lewis, seorang profesor cerdas di Universitas Oxford, menjatuhkan dirinya ke tanah dan berlutut dalam doa. Lewis sebelumnya adalah seorang ateis keras yang sangat membenci Tuhan. Namun, malam itu ia menyerah. Ia mendeskripsikan dirinya saat itu sebagai “petobat yang paling enggan dan paling sedih di seluruh Inggris.” Lewis tidak sedang mencari Tuhan, sebaliknya, ia merasa Tuhanlah yang terus memburunya tanpa henti. Nurani dan rasionalitasnya terus-menerus dikonfrontasi oleh kebenaran yang tidak bisa dibantah…
The skinny
The skinny isn't ready yet — notes appear once the transcript is processed.