
Waduh, 100 Lamaran Kerja, Zero Jawaban
Kamu kirim lamaran ke-127. Tutup laptop. Besok ulang lagi. Tidak ada balasan, bahkan penolakan otomatis pun tidak. Semua orang menawarkan penjelasan yang sama: kamu kurang skill, sertifikatmu kurang, CV-mu belum ATS friendly. Bacaan itu dipercaya hampir semua orang, dan kamu ikut mempercayainya sampai merasa ada yang salah pada dirimu. Nalar ini tidak bertanya siapa yang salah. Ia bertanya satu hal yang jarang ditanya. Bagaimana kalau keheningan itu bukan soal kamu, dan bukan cuma soal ada lowongan palsu, melainkan tanda pasar kerja digital yang perlahan kehilangan kemampuan untuk dipercaya?
The skinny
The skinny isn't ready yet — notes appear once the transcript is processed.