
Melampaui Panggung Pandji: Tentang Air Keras, Air Tuba, dan Siapa yang Menuangnya
Di sebuah panggung yang remang, seorang komedian berdiri tegak. Ia tidak sedang melempar tawa—tidak pula merajut punchline yang meledakkan suasana. Kali ini, ia membawa surat terbuka. Pandji Pragiwaksono, dengan keberanian yang patut kita hormati, mengetuk pintu istana melalui medium digital yang riuh. Ia bicara tentang Andrie Yunus, tentang wajah yang melepuh disiram air keras, dan sebuah perumpamaan yang begitu getir: air susu dibalas air tuba.
Ada keindahan dalam keberanian Pandji. Kita harus mengakuinya—sebagai bagian dari kesehatan demokrasi yang masih berdenyut. Namun, dalam labirin…
The skinny
The skinny isn't ready yet — notes appear once the transcript is processed.